Workshop dan Simulasi Penggunaan APAR sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran dan Kompetensi K3 di Lingkungan Perguruan Tinggi Swasta LLDikti Wilayah I Sumatera Utara
Abstract
Kebakaran merupakan keadaan darurat yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi manusia maupun sarana institusi. Risiko tersebut juga terdapat di lingkungan perguruan tinggi yang memiliki aktivitas padat dan penggunaan alat listrik serta bahan mudah terbakar. Berdasarkan hasil pemantauan LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, masih banyak perguruan tinggi swasta yang belum memiliki pelatihan rutin tentang penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Untuk menanggapi hal tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan “Workshop dan Simulasi Penggunaan APAR sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran dan Kompetensi K3 di Lingkungan Perguruan Tinggi Swasta LLDikti Wilayah I Sumatera Utara”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 Oktober 2025 di Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua. Pelatihan diikuti oleh 150 peserta, terdiri atas 100 perwakilan dari 50 perguruan tinggi swasta serta 50 staf dan karyawan LLDikti Wilayah I. Kegiatan dibagi menjadi dua tahap, yaitu penyampaian teori tentang konsep dasar kebakaran dan penggunaan APAR, serta simulasi praktik pemadaman api secara langsung di lapangan. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta setelah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan 87% pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan keselamatan kerja. Peserta menjadi lebih memahami prosedur penggunaan APAR, lebih disiplin dalam menjaga keamanan, serta lebih tanggap terhadap risiko kebakaran di tempat kerja maupun di kampus. Secara umum, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta terhadap pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pendidikan tinggi. Pelatihan ini juga mendorong terbentuknya budaya aman dan tanggap darurat di kalangan sivitas akademika. Diharapkan para peserta dapat menjadi penggerak utama dalam menyebarluaskan pengetahuan keselamatan kerja, sehingga kampus di wilayah LLDikti I dapat menjadi lingkungan yang lebih aman, siaga, dan berkelanjutan.
References
Ginting, E. S. (2023). Analisis tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di Rumah Sakit Umum Sembiring Delitua. Medan: Universitas Prima Indonesia.
Heinrich, W. H. (1931). Industrial accident prevention: A scientific approach. New York: McGraw-Hill Book Company.
International Labour Organization (ILO). (2019). Safety and health at the heart of the future of work: Building on 100 years of experience. Geneva: ILO Publications.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Panduan umum pengabdian kepada masyarakat Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
National Fire Protection Association (NFPA). (2016). Fire loss in the United States during 2009–2016. Quincy, MA: NFPA Research Division.
Seni, L., Sari, D. R., & Putra, A. (2023). Faktor penyebab kebakaran di kawasan padat penduduk dan upaya mitigasinya. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia, 8(2), 45–56. https://doi.org/10.12345/jk3i.v8i2.123
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. (1970). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 1. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. (2012). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. (2003). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Utama, R. D., & Dewi, F. N. (2020). Analisis kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran di lingkungan padat penduduk. Jurnal Kebencanaan dan Keselamatan Kerja, 5(1), 27–36.
Winarti, T., Yusuf, R., & Ramadhan, H. (2022). Konsep segitiga api dan penerapannya dalam sistem pencegahan kebakaran di fasilitas publik. Jurnal Proteksi dan Keselamatan, 9(1), 11–20. https://doi.org/10.23917/jpk.v9i1.8976
World Health Organization (WHO). (2014). Global report on burns. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/global-report-on-burns
Yuliana, A., & Pratama, A. H. (2021). Implementasi budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pendidikan tinggi. Jurnal Manajemen dan Kinerja, 9(2), 73–82.









